Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

JAGAD MAYANIPUN MAS OYÉ

Blog EntryJun 7, '07 11:32 PM
for everyone

                                                                                                                                                                                                                                                          Jakarta, Kompas (8/6/2007) - Stasiun Kereta Api Beos atau Jakarta Kota di Jakarta Barat dirombak total. Tempat itu kini ditambah pula dengan sarana penunjang baru berupa ruang pamer, seperti museum mini, perpustakaan, dan fasilitas lain, sebagai sarana pendidikan serta wisata sejarah.

Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daops) I Akhmad Sujadi yang ditemui hari Kamis (7/6) menjelaskan, saat ini hal Stasiun Beos sudah ditata ulang sehingga memudahkan sirkulasi penumpang. "Pintu utama kami tutup sehingga penumpang keluar atau masuk dari pintu Pinangsia atau Gedung BNI 1946. Belasan kios di dalam stasiun juga dibongkar demi kenyamanan penumpang," katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi ruang utama terlihat lega setelah kios dan loket darurat dibongkar. Penataan itu mendekati wujud awal Stasiun Beos yang dibuka tahun 1929. 

  

Lokomotif Pertama

Selain itu, disediakan fasilitas pendidikan berupa model kereta api dan ruangan bagi komunitas pencinta kereta dari dalam dan luar negeri. Lokomotif listrik pertama buatan Werkspoor Belanda yang dijuluki Si Bon-Bon buatan 1920-an juga akan dipajang di salah satu sudut Stasiun Beos.

Pengamat seni dan sejarah Haw Ming mengungkapkan, Stasiun Beos merupakan salah satu tonggak sejarah pemekaran Kota Batavia awal abad ke-20 Masehi yang perlu dipertahankan.

"Stasiun Beos juga merupakan mahakarya arsitek kenamaan Frans Johan Louwrens (FJL) Ghijsels. Sudah sepantasnya dilakukan revitalisasi atas bangunan itu," ujar Haw Ming. (Ong)

(Sumber : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/08/metro/3586519.htm; Ket: Photo-2 ditambahkan oleh MasOye)

 



rjuwita wrote on Jun 8, '07
AWnya masih ada mas Oye? :)
masoye wrote on Jun 8, '07, edited on Jun 8, '07
rjuwita said
AWnya masih ada mas Oye? :)
Sewaktu kesana sich, masih ada mbak Ratna...
Kios AW kebetulan paling besar menempati ruang pojok dalam stasiun. Ngga tahu dech nanti...he..he... mau 'nraktir? :D
shesleep wrote on Jun 8, '07
hmm...perombakan yang hebat ! jadi ingin melihat lokomotifnya :-)
masoye wrote on Jun 8, '07
hmm...perombakan yang hebat ! jadi ingin melihat lokomotifnya :-)
wahh, sama mbak Fitri... tapi saat ini lokomotif ini masih direstorasi sejak Mei kemarin di Balai Yasa KA - Manggarai, maklum sudah 'sakit berat' gitu...:)
petualangwaktu wrote on Jun 8, '07
Dateng ah
masoye wrote on Jun 8, '07, edited on Jun 8, '07
Dateng ah
Saya sendiri belum nge-cek keberadaan sarana pendidikan/museum itu, Mas Ramdan... apa sudah jadi (siap) ato belum!
Secara kesana hanya lihat ruang utama saja ... ;)
komycantik wrote on Jun 8, '07
kalo lapak makanan semua digusur ... cari makannya nanti gampang gak Ye ???
yang penting makan kalo jalan jalan ...
masoye wrote on Jun 8, '07
kalo lapak makanan semua digusur ... cari makannya nanti gampang gak Ye ???
yang penting makan kalo jalan jalan ...
hmm...klo di Beos susah, serkit ke Museja ada Cafe Batavia...*hiks*..
Klo mbak Komy nich,... Jalan2 = Makan2.. :D
andywg wrote on Jan 19, '09
lapak pedagang biar gak bentrok ama kepentingan rakyat kecil dipindah aja kesekitaran sepur....../ jalur daripada pada bau pesing,.....disekitaran jalur...jadinya ada sinergi dengan pelestarian sejarah dan ukm..gimana?
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.