Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

JAGAD MAYANIPUN MAS OYÉ

CARIOS MAWA GAMBAR

Pada kesempatan akhir Januari 2008 lalu, mencoba menyusuri Handelstraat (kini, Jl. Suryakencana) hingga persimpangan Batoetoelisweg (kini, Jl. Batutulis) untuk mencari nuansa Pecinan tempo doeloe yang masih tersisa di Kota Bogor.

Peta Bogor tahun 1901 dan sekarang
Kawasan Pecinan di peta Buitenzorg (Bogor) dan sekitarnya pada 1901 dan sekarang.
(*Peta 1901: KITLV, publikasi oleh Topographisch Bureau, Weltevreden)

Mengutip penjelasan, arsitektur Setiadi Sopandi bahwa struktur kawasan pecinan Bogor terbentuk di sepanjang Jalan Suryakencana (dulu dinamakan Handelstraat atau Jalan Perniagaan sesuai dengan fungsinya sebagai sentra ekonomi kota) yang terletak tepat di antara dua sungai (Ciliwung di timur dan Cipakancilan di barat).

Masyarakat Cina yang terkotak-kotak dalam kelas sosial menempati hunian sesuai kelas mereka. Golongan pedagang berkumpul di sekitar Pasar Bogor, sedangkan golongan bawah menghuni ruko sewa dan rumah petak di balik ruko. Golongan elite cenderung menghuni bagian selatan. Rumah mereka biasanya mencirikan gaya hidup yang kebarat-baratan: menggunakan ragam bentukan bangunan Belanda (Eropa) dan menghuni rumah tipe vila.

Berkembang akibat pertumbuhan ekonomi seperti halnya kawasan strategis lain, pecinan mengalami banyak transformasi bentuk: mulai dari perubahan fisik bangunan hingga pemadatan hunian di kantong di balik ruko. Terlebih setelah dihapuskannya Wijkenstelsel pada 1915, pembauran permukiman Cina dan Pribumi semakin pesat di kawasan kantong ini.

Karakter fisik pecinan Bogor sendiri memudar seiring dengan perkembangan zaman. Peran institusi sosial budaya masyarakat Tionghoa juga menghilang, terutama pada era Orde Baru, seperti fisik Hok Tek Bio yang semakin tenggelam dengan keramaian dan perkembangan fisik lingkungan pasar. (KOMPAS, 21 September 2003 )

Beberapa bangunan cantik pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, masih bisa dijumpai di Jl. Suryakencana dan selepas beberapa ratus meter ke selatan masuk Jl. Siliwangi. Beberapa bangunan tampak tak berpenghuni, sebagian bahkan tampak mengalami kerusakan.

Sedangkan sepanjang Jl. Siliwangi selepas Viahara Dharmakaya hingga persimpangan dengan Jl. Batutulis, cukup mencolok keberadaan bangunan-bangunan rumah bergaya "Menteng" yang mulai berkembang sejak tahun 1920an.

Salam
MasOye'

Gerbang Klenteng Ho Tek Bio
  
awal Jl. Suryakencana
  
Ruko di Jl. Suryakencana
  
kontras
 2 Comments 
Bemo diantara penjual
  
Deretan ruko
  
Jl Suryakencana (1)
  
Jl. Suryakencana (2)
  
Jl. Suryakencana (3)
 4 Comments 
Jl. Suryakencana (4)
 9 Comments 
Jl. Suryakencana (5)
 6 Comments 
Jl. Suryakencana (6)
 6 Comments 
Jl. Suryakencana (7)
  
Jl. Suryakencana - "rumah paling cantik"
 9 Comments 
awal Jl. Siliwangi
 1 Comment 
Jl. Siliwangi (1)
 6 Comments 
Jl. Siliwangi (2)
  
Jl. Siliwangi (3)
  
Jl. Siliwangi (4)
 10 Comments 
Jl. Siliwangi_Vihara Dharmakaya.JPG
 2 Comments 
Jl. Siliwangi (5)
 1 Comment 
Jl. Siliwangi (6)
 1 Comment 
Jl. Siliwangi (7)
 2 Comments 
Jl. Siliwangi_Rumah bambu
 1 Comment 
Jl. Siliwangi (8)
 3 Comments 
Jl. Siliwangi (9)
  
Jl. Siliwangi (10)
  
Jl. Siliwangi (11)
  
Jl. Siliwangi (12)
  
Jl. Siliwangi (13)
  
Jl. Siliwangi (14)
 1 Comment 
Asrama IPB Sukasari
 1 Comment 
Gereja St. Fransiskus
  
Menuju Jl. Batutulis
  
Beli pisang, kang?
  


87 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bono02 wrote on Feb 19, '08
Wah, makasih foto2nya
cabekriting wrote on Feb 19, '08
waktu bawa anak2x kemaren "berpetualang" ke bogor, tuh angkot 02 emang lewat surya kencana...cuma gethu deh...gue ngga sempet turun moto2x bangunan tuanya...*ulang lagi ah...*
bindra wrote on Feb 19, '08
Excellent post!
handelstraat wrote on Feb 19, '08
wah jangan rumah kapiten deh entar turunan aslinya marah loh
handelstraat wrote on Feb 19, '08
sedang dijual loh mas teguh
handelstraat wrote on Feb 19, '08
rumah keluarga thung yang terlantar... tapi pagarnya sempat diganti..
handelstraat wrote on Feb 19, '08
rumah keluarga panorama tour yang hijau di tengah Suryakencana
handelstraat wrote on Feb 19, '08
dulunya rumah abu kel. Thung ( rumah untuk menyimpan abu jenazah leluhur ) biasanya disebut rumah abu saja, sekarang sih dipakai untuk hall biasa
handelstraat wrote on Feb 19, '08
rumah keluarga Tan , salah satu peranakan terkaya di Hindia Belanda tahun 30 an
handelstraat wrote on Feb 19, '08
sayang ya hancur.... rumah nenek temanku... yah rumah keluarga sih padahal keluarga Tan juga...
handelstraat wrote on Feb 19, '08
rumah dr Pouw Boen Tjiang yang sempat dikunjungi Presiden Soekarno
handelstraat wrote on Feb 19, '08
dijual juga mas oye
efibachmar wrote on Feb 19, '08
Keliatan sekali banyak bangunan peninggalan bld
masoye wrote on Feb 19, '08
bono02 said
Wah, makasih foto2nya
Kasih kembali, mas Bondhan...
masoye wrote on Feb 19, '08
waktu bawa anak2x kemaren "berpetualang" ke bogor, tuh angkot 02 emang lewat surya kencana...cuma gethu deh...gue ngga sempet turun moto2x bangunan tuanya...*ulang lagi ah...*
tapi sempat mampir ke Istana khan, Mbak Kiky ?.. ditunggu postingan "berpetualang"-nya..he..he..
Kapan lagi mau, mau "ngubek-ubek" Bogor..? *metahu aja..*hiks..
masoye wrote on Feb 19, '08
bindra said
Excellent post!
Thank's, Bung Bindra...
masoye wrote on Feb 19, '08
wah jangan rumah kapiten deh entar turunan aslinya marah loh
Apa diganti "Rumah Bung Mario" aja ya..?..he..he..
masoye wrote on Feb 19, '08, edited on Feb 19, '08
sedang dijual loh mas teguh
Rumah berlantai dua ini berada di pojok pesimpangan Jl. Suryakencana dengan sebuah gang (arah barat),dimana pintu utama menghadap gang tsb, kelihatannya ruang dalam cukup luas ...
yang menarik adalah kaca jendela yg berwarna-warni..cukup banyak & mencolok! Lha, jadi promosi, nich Bung..he..he...
Photo by MasOye
masoye wrote on Feb 19, '08
rumah keluarga thung yang terlantar... tapi pagarnya sempat diganti..
Iya, saya ingat pada foto postingan Bung Mario di site Mas Mahandis, pagar rumah Kel. Thung ini masih pendek bentuk mendatar, tapi keadaan rumah tetap... terlantar!
masoye wrote on Feb 19, '08
rumah keluarga panorama tour yang hijau di tengah Suryakencana
Menurut Bung Mario, ini juga milik Kel. Thung, yg terkenal itu ya...
Ini foto dari dekatnya..
Photo by MasOye
masoye wrote on Feb 19, '08
dulunya rumah abu kel. Thung ( rumah untuk menyimpan abu jenazah leluhur ) biasanya disebut rumah abu saja, sekarang sih dipakai untuk hall biasa
Rumah ini juga kelihatan cukup terawat walau mungkin jarang digunakan...
Terima kasih atas keterangannya, Bung Mario
masoye wrote on Feb 19, '08, edited on Feb 19, '08
rumah keluarga Tan , salah satu peranakan terkaya di Hindia Belanda tahun 30 an
Sudah ditambahkan keterangannya, Bung Mario...
Terimakasih infonya...

Hanya sayang, fasade tertutup dengan tanaman rambat yang mungkin difungsikan untuk mengurangi sinar matahari pagi-siang.
masoye wrote on Feb 19, '08
sayang ya hancur.... rumah nenek temanku... yah rumah keluarga sih padahal keluarga Tan juga...
Nggak ada rencana renovasi, Bung Mario ?
masoye wrote on Feb 19, '08
rumah dr Pouw Boen Tjiang yang sempat dikunjungi Presiden Soekarno
Rumah cukup besar dengan halaman lumayan luas...
Thank's infonya, Bung Mario..keterangan ditambahkan.
masoye wrote on Feb 19, '08
dijual juga mas oye
Gitu ya bung, lokasi di Jl. Siliwangi No. 35... ayoo, siapa minat? :))
masoye wrote on Feb 19, '08
Keliatan sekali banyak bangunan peninggalan bld
betul, mbak Efi... kawasan ini cukup tua di Bogor sebagai sentra perdangangan dan pecinan.
siantiek wrote on Feb 19, '08
Ooh di Suryakencana masih banyak ya :)
Mas Teguh ...ajak2 dong kalo mau moto2 gini ...
masoye wrote on Feb 20, '08
Beberapa,.... terawat dan tak terawat..:))
Waduh,..iye nich, habis paling sering nggak terencana, mbak Nani... pas 'mood' ya, cabuuutt aja...!
handelstraat wrote on Feb 20, '08, edited on Feb 20, '08
masoye said
Rumah ini juga kelihatan cukup terawat walau mungkin jarang digunakan...
Terima kasih atas keterangannya, Bung Mario
dalamnya sih lumayan... sebulan sekali dipakai untuk kebaktian.. jadi mungkin namanya bukan lagi rumah abu.... eh tapi yang kebaktian orang-orang tua, mungkin sudah "dekat" jadi abu juga yah :)
masoye wrote on Feb 20, '08
dalamnya sih lumayan... sebulan sekali dipakai untuk kebaktian.. jadi mungkin namanya bukan lagi rumah abu.... eh tapi yang kebaktian orang-orang tua, mungkin sudah "dekat" jadi abu juga yah :)
Oww, pantes masih tampak terawat, bung...
*Whalah... bisa aja, Bung Mario ini, maksudnya "bau abu"....hehehe
handelstraat wrote on Feb 20, '08
masoye said
Nggak ada rencana renovasi, Bung Mario ?
gimana dong, rumah keluarga besar, ada urusan bagi-bagi warisan , ada urusan pajek, dll dll entah keturunan mana yang megang , sedih banget...
handelstraat wrote on Feb 20, '08
masoye said
Sudah ditambahkan keterangannya, Bung Mario...
Terimakasih infonya...

Hanya sayang, fasade tertutup dengan tanaman rambat yang mungkin difungsikan untuk mengurangi sinar matahari pagi-siang.
rumah dua pengusaha peranakan dari Bogor yang termasuk deretan Firma terbesar di Jawa dan Sumatera dengan aset 1 juta guilder atau lebih pada tahun 1940 yaitu dua kakak beradik Tan Tek Haij dan Tan Eng Djin dengan NV Landbouw Mij Waringin yang berdiri tahun 1904 dengan aset sekitar 1 juta guilder. Perkebunannya masih ada di daerah Sukabumi sekarang. Waktu temanku KKN dan kebetulan dapat tempat di sekitar perkebunan keluarganya, wow langsung dapat fasilitas kelas satu untuk ukuran KKN.
handelstraat wrote on Feb 20, '08
ya udah deh nyerah , terserah mas teguh oye saja..... :)
masoye wrote on Feb 20, '08, edited on Feb 20, '08
gimana dong, rumah keluarga besar, ada urusan bagi-bagi warisan , ada urusan pajek, dll dll entah keturunan mana yang megang , sedih banget...
Betul juga, Bung Mario.... dibaliknya terdapat masalah yg komplek ya...

Apakah rumah ini yg dimaksud oleh Bung Mario sebagai salah satu "sisa kejayaan" dari NV Landbouw Mij Waringin selain yg di Jl Siliwangi itu?
masoye wrote on Feb 20, '08
rumah dua pengusaha peranakan dari Bogor yang termasuk deretan Firma terbesar di Jawa dan Sumatera dengan aset 1 juta guilder atau lebih pada tahun 1940 yaitu dua kakak beradik Tan Tek Haij dan Tan Eng Djin dengan NV Landbouw Mij Waringin yang berdiri tahun 1904 dengan aset sekitar 1 juta guilder
Wah.. makin komplit nich, penjelasan dari Bung Mario.... Salut!

Saya sudah baca pada review-nya Bung Mario untuk buku Elite Bisnis Cina di Indonesia.
Dan menyinggung firma ini yang "Sisa kejayaannya dapat dilihat dari beberapa bangunan Di Jl Suryakencana (sebelah Lippo Bank ) yang sudah rusak berat dan rumah besar dengan pagar tanaman disebelah Honda Motor di jalan Siliwangi".

btw, makasih penjelasannya, Bung Mario...
masoye wrote on Feb 20, '08
ya udah deh nyerah , terserah mas teguh oye saja..... :)
waduh..tapi jujur di sepanjang Handelstraat, menurut saya hanya tinggal rumah ini yang paling menarik perhatian... kuno, antik dan paling keren!
Sekali lagi, salut ama pemiliknya yg sangat memperhatikan keberadaanya..! :)

btw, Bung Mario punya foto djadoel rumah ini ?
bagja2000 wrote on Feb 21, '08
Denger2 mo dijadikan apa nih mas?
handelstraat wrote on Feb 21, '08, edited on Feb 21, '08
ada sih... tapi percuma juga yang berubah cuma pagarnya doank..:)
handelstraat wrote on Feb 21, '08
Denger2 mo dijadikan apa nih mas?
jadi kios-kios kecil kan? udah rame sekarang entah nanti?
masoye wrote on Feb 21, '08
ada sih... tapi percuma juga yang berubah cuma pagarnya doank..:)
Hehe..gitu ya, saya lihat di koleksi "Atlas of Mutual Heritage", foto th 1972 oleh C.L.Temminck Groll (Fotografer Belanda), walau hanya bebarapa bagian saja, kelihatan memang tetap sama.
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
handelstraat wrote on Feb 22, '08
mas oye ralat besarrrrr.... rumah yang disebelah bank lippo itu bukan peninggalan dua bersaudara itu... nama keluarganya memang Tan tapi tak ada sangkut pautnya. Atas dimuatnya koreksi ini harap menjadi maklum ( waks resmi amat yah... :) )
handelstraat wrote on Feb 22, '08
Pemilik rumah ini (entah sekarang?) waktu itu adalah saudara dari dua Tan tersebut yaitu Tan Eng Tjiauw. Angky Camaro ( direktur HM Sampoerna, cmiiw ) adalah mantunya.......
masoye wrote on Feb 22, '08
mas oye ralat besarrrrr.... rumah yang disebelah bank lippo itu bukan peninggalan dua bersaudara itu... nama keluarganya memang Tan tapi tak ada sangkut pautnya. Atas dimuatnya koreksi ini harap menjadi maklum ( waks resmi amat yah... :) )
Ohh..gitu,...btw, terimakasih atas tambahan keterangannya, Bung.. :)
masoye wrote on Feb 22, '08, edited on Feb 22, '08
Pemilik rumah ini (entah sekarang?) waktu itu adalah saudara dari dua Tan tersebut yaitu Tan Eng Tjiauw. Angky Camaro ( direktur HM Sampoerna, cmiiw ) adalah mantunya.......
Wahh..mungkin minimal sudah berganti pemilik hingga generasi ke-3, ya...?
dan usaha memperkokoh 'dinasty'... :)
bagja2000 wrote on Feb 22, '08
Saya udah agak lupa rumah yang mana yah yang dulu saya datangi kalo minta izin buat kemping di Gunung Salak? Ada yang tau?
handelstraat wrote on Mar 3, '08
ditawarin 3 M mas teguh....
handelstraat wrote on Mar 3, '08, edited on Mar 6, '08
mantan rumah keluarga Oen ( ralat posting sebelumnya ) sudah dijual dan dijadikan saran walet, kondisi terkini : gentengnya sudah rontok habis mas teguh

Photobucket
handelstraat wrote on Mar 3, '08
sempat mau dijual untung ngga ada yang kuat belinya waktu itu dan keluarga ini memang engga BU (butuh uang ) banget....
masoye wrote on Mar 3, '08
ditawarin 3 M mas teguh....
..tapi jangan ditawarin ke saya, ya.. he..he..
masoye wrote on Mar 3, '08
mantan rumah keluarga Oen ( ralat posting sebelumnya ) sudah dijual dan dijadikan saran walet, kondisi terkini : gentengnya sudah rontok habis mas teguh
Waduh.. makin parah ya?.. sepertinya tinggal tunggu waktu 'keruntuhan'-nya, Bung Mario..:(
kuwepepe wrote on Mar 10, '08
saya nunggu bongkaran kusen ama tegel nya ajah dah mas...
:p

kuwepepe wrote on Mar 10, '08
boleh maen2 ke situ gak boss...?
saya denger2 isi rumah mo dijual ya..?
mungkin saya salah...
kuwepepe wrote on Mar 10, '08
ini ada foto yg lainnya gak mas...?
handelstraat wrote on Mar 10, '08
boleh maen2 ke situ gak boss...?
saya denger2 isi rumah mo dijual ya..?
mungkin saya salah...
wah denger dari mana tuh... terus terang saya tersinggung sekali...... Pernah ada tamu yang menyatakan diri sebagai bekas penghuni sebelumnya.... tentu saja ayah saya menerimanya dengan baik sekaligus ingin tahu sejarah rumah ini. Tapi ternyata setelah sempat menyinggung keinginannya untuk membeli rumah ini , yang tidak ada tanda dijualnya.... tamu itu dipersilakan pergi tanpa perlu mendengar ceritanya lagi ...
masoye wrote on Mar 10, '08
gentengnya sudah rontok habis
Wah... jadi muncul fotonya, makin menyedihkan ya...
btw, terimakasih update keadaan sekarang Bung Mario..
masoye wrote on Mar 10, '08
saya nunggu bongkaran kusen ama tegel nya ajah dah mas...
:p

Silahkan berhubungan dengan Kel. Oen, mas.... :p
yurika9 wrote on Mar 25, '08
bagus banget. saya dapet banyak bgt pengetahuan dari tulisan2 Anda. ganxie ni le^^
masoye wrote on Mar 25, '08
yurika9 said
bagus banget. saya dapet banyak bgt pengetahuan dari tulisan2 Anda. ganxie ni le^^
..dan smoga bermanfaat, mbak Yurika :)
yc1lbq wrote on Apr 27, '08
Mudah2an gak dibongkar kayak Asrama Ekalos yang dijadiin Mall. Salam jepret.
Comment deleted at the request of the author.
jt12 wrote on May 29, '08
Dulu namanya Kioe Seng Tong, tempat ngantor Kioe Seng Liong (9 Thung Bersaudara). Didirikan th 1900 oleh kakek buyut saya, Kapitan Thung Tjoen Ho (1869-1922). Sekarang jadi rumah perkumpulan keluarga besar Thung, namanya Dharma Tirta. Memang sebulan sekali suka dipakai tempat ngumpul orang2 tua yg tergabung dalam kelompok Indonesian Senior Citizen apa gituh...? lupa...
jt12 wrote on May 29, '08
Kalau ini rumahnya Thung Tjiang Pek (79 th), cucunya Thung Tjoen Pok (1874-1943), tuan tanah dan anggota Volksraad jaman Belanda. Pasar Cunpok dekat Gang Aut peninggalannya. Kalau Panorama Tour sih yang punya Thung Tjiang Kwee, adiknya Tjiang Pek.
jt12 wrote on May 29, '08
Yang tinggal disitu masih Oom Eng Tjiauw / Edy Sukardi. Baru saja ultah ke 91 (lahir 1917).Perkebunan teh nya masih ada di Bojong Asih, daerah jampang, pelabuhan ratu-Sukabumi.
jt12 wrote on May 29, '08
Kalau gak salah dulu tempat tinggal keluarga Kapitan Tan, yang bangun Gedung Dalam yg sudah rata dengan tanah..(terakhir tempat MAKIN)
jt12 wrote on May 29, '08
iya ini rumah keluarga Thung juga, kalo gak salah sepupu opa saya. Namanya Thung Sin Nio (mungkin), nggak berkeluarga, meninggal th ' 96, yg ngurus dulu keponakannya, sekarang nggak jelas kepemilikannya, denger2 mau dijual...
handelstraat wrote on May 30, '08
jt12 said
Kalau gak salah dulu tempat tinggal keluarga Kapitan Tan, yang bangun Gedung Dalam yg sudah rata dengan tanah..(terakhir tempat MAKIN)
ooh gitu ya, saya sih ngga tau banyak, cuma katanya bekas rumah bandar judi besar yang bangkrut......
handelstraat wrote on May 30, '08
jt12 said
iya ini rumah keluarga Thung juga, kalo gak salah sepupu opa saya. Namanya Thung Sin Nio (mungkin), nggak berkeluarga, meninggal th ' 96, yg ngurus dulu keponakannya, sekarang nggak jelas kepemilikannya, denger2 mau dijual...
kalo thung gwat nio itu adiknya thung sin nio ya...?
jt12 wrote on May 30, '08
Eh ya, yg tinggal dirumah itu adalah Thung Gwat Nio SH, lahir th 1916, tidak berkeluarga juga, jadi suka salah dg Thung Sin Nio yg masih tantenya.
jt12 wrote on May 30, '08
Saya nggak tahu pasti (tapi bisa diselidiki kalo ada waktu). Rasanya yg tinggal disitu sekarang keluarga Tan juga kan? Tan Kuan Lok almarhum, punya toko di psr bogor. Anaknya 2 perempuan, 1 lelaki. Anda cucunya?
jt12 wrote on May 30, '08
Tan Eng Tjiauw adalah keponakan Tan Tek Haj.
mojangbogor wrote on Nov 28, '08
Niy rumah yang disebelah penjual Ko hiang tuh yach???
masa' dijual??setau saya cuman dikontrakkan....sekarang yang tinggal disitu anaknya
masoye wrote on Dec 4, '08
jt12 said
Dulu namanya Kioe Seng Tong, tempat ngantor Kioe Seng Liong (9 Thung Bersaudara). Didirikan th 1900 oleh kakek buyut saya, Kapitan Thung Tjoen Ho (1869-1922). Sekarang jadi rumah perkumpulan keluarga besar Thung, namanya Dharma Tirta. Memang sebulan sekali suka dipakai tempat ngumpul orang2 tua yg tergabung dalam kelompok Indonesian Senior Citizen apa gituh...? lupa...
wah... Bung Jerry fasih perihal pecinan Bogor nich...
terima kasih banyak atas infonya :)
masoye wrote on Dec 4, '08
jt12 said
Kalau ini rumahnya Thung Tjiang Pek (79 th), cucunya Thung Tjoen Pok (1874-1943), tuan tanah dan anggota Volksraad jaman Belanda. Pasar Cunpok dekat Gang Aut peninggalannya. Kalau Panorama Tour sih yang punya Thung Tjiang Kwee, adiknya Tjiang Pek.
Terima kasih atas keterangan sejarahnya, Bung Jerry... :)
odexaza wrote on Mar 25, '09
Bagaimana kabar nya kini ?
Kayanya sih masih "terlantar" begitu...mudah mudah degera ada yang mau mengurusnya - sehingga bisa lebih segar lagi menyemarakan nuansa lama Jl. Sukasari....
tentmakers wrote on Mar 26, '09
Siapa Angky ? Lulusan SMA Regina Pacis 1967 dan masih sdr dari Ronny Thung ? Kalau betul salam dari Song (Aust)
jt12 wrote on Mar 26, '09
ya betul Angky itu, tadi saya baru ngobrol dirumah itu, karena yg punya rumah, Oom Eng Tjiauw, mertuanya, meninggal dunia dlm usia 92 th.
jt12 wrote on Mar 26, '09
masoye said
Terima kasih atas keterangan sejarahnya, Bung Jerry... :)
sama-sama masoye, saya sih bukan ahli sejarah pecinan di handelstraat, cuma kalau yg menyangkut keluarga sendiri ya jadi tahu riwayatnya.
teksien275 wrote on Nov 14, '09
kalau ga salah dulunya disebut rumah bilik.
teksien275 wrote on Nov 14, '09
kelihatannya dlm foto ini jln Siliwangi Bogor, masih rapi sekali, saya gak tahu, kapan foto ini diambil. Saya sendiri asal dari Bogor, thq, yang saya telah dpt mengenang kembali keadaan kota Bogor tsb.
teksien275 wrote on Nov 14, '09
Saya masih ingat betul itu Vihara di jln Siliwangi, kelihatannya dirawat dengan rapi sekali, mudah2an nanti kalau saya kembali mengunjungi Bogor, saya bisa melihat kembali kota Bogor, yang tentunya sudah banyak berubah.
teksien275 wrote on Nov 14, '09
Saya juga lulusan SMA Regina Pacis 1964, dan asal dari Bogor, saat ini bermukim di Toronto Canada.
dadieditor wrote on Dec 23, '10
Kemarin, saya dan rombongan "Napak Tilas" singgah di rumah keluarga Thung ini, Mas....
rudisudarya wrote on Apr 18, '11
kalo gak salah ini rumah yang dipakai praktek dr. vow dulu
odexaza wrote on Mar 31
perapatan gang aoet.....masih ada bemo....
dadieditor wrote on Apr 11
Vihara ini msh terawat dg baik sampai sekarang.
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.